...... A little review episode 1.........Setelah mendapatkan jawaban seperti itu Abdullah pun menundukkan Untanya, tanpa disengaja Abdullah melihat betis nenek karena tersingkap ditiup angin, Nenek itu menegurnya dengan mengutip surat An-nur ayat 30 : "Katakanlah kepada orang-orang mukmin agar mereka menundukkan kepalanya."
Abdullah pun sangat malu dan langsung menundukan kepalanya kebawah, sambil berkata " silahkan naik!".
Ketika nenek itu hendak menaiki unta, unta itu terkejut dan geliat kakinya menginjak baju sinenek sampai sobek....... Nenek itu batal naik, tetapi tak menyalahkan Abdullah, melainkan menyalahkan dirinya sendiri....lalu nenek itu berucap, " Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri." (surat As-Syura: 30). Kemudian untuk lebih meyakinkan sinenek bahwa ia mahir mengendarai unta, Abdullah menghela untanya dengan suara keras. Kemudian Abdullah berjalan menuntun untanya dengan langkah tegap dan dada membusung, Ia ingin menunjukan betapa kuat tenaganya dan bangga karena punya unta yang begitu gagah. melihat hal itu sinenek memberinya peringatan agar tetap rendah hati. " Sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu". (QS. Lukman: 19) Abdullah pun memperlambat langkahnya dan menurunkan busung dadanya, Ia pun berjalan sambil mengalunkan bait-bait syair puisi arab yang terkenal. tapi nenek itu kembali mengingatkannya." Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Quran". (QS. Al-Muzzammil: 20), Abdullah berterima kasih sambil memuji nenek itu " Sesungguhnya Allah telah melimpai nenek dengan karunia yang luar biasa." Nenek itu menjawab " Tak ada yang mengambil suatu pelajaran kecuali orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 269).
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh menyeberangi padang padang pasir yang gersang nan pansa, untuk memecah kesunyian Abdullah mencoba bercakap-cakap, Ia mengajukan pertanyaan yang bersifat pribadi, " Apakah nenek mempunyai suami".
Rupanya nenek tadi kurang senang dengan pertannyaan Abdullah, lalu nenek itu menjawab " Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang diterangkan kepadamu niscaya menyusahkanmu." (QS. Al-Maidah: 101).
Mendapat jawaban seperti itu, akhirnya Abdullah hanya bisa diam seribu bahasa. Mereka hanya membisu sepanjang perjalanan hingga akhirnya berpapasan dengan serombongan Khafillah, yang pakaian dan peralatannya yang dikenakan sama dengan siNenek itu. abdullah bertanya "Apakah nenek termasuk rombongan Khafillah ini ".
Nnek ini menjawab, " Harta dan anak-anak hanyalah perhiasan dunia saja " (QS. Al-Kahfi: 46). Abdullah menyimpulkan bahwa khafillah itu adalah anak-anak dari sinenek ini. ia kemudian bertanya lagi dengan nada agak heran, "kalau aku lihat nenek dari pedalaman jazirah yang cukup jauh, bagaimana cara nenek dan rombongan menempuh jauh digurun pasir ini...?, terlebih dimusim haji yang terik....?". nenek menjawab "Dan Dia ciptakan tanda-tanda penunjuk jalan, dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk" (QS. An-Nahl: 148)
dari jawaban yang didapat Abdullah, Bahwa rombongan nenek dan beserta anak-anaknya ini adalah para pengembara yang hebat, mereka pencari jejak yang handal. " Alhamdullilah nenek telah bertemu dengan rombongannya, jika nenek mau silahkan nenek mengemasi barang-barang nenek...!" kata Abdullah.
lalu nenek memanggil anak-anaknya untuk menurunkan, Ia berkata satu persatu.
"Dan Allah mengambil ibrahim sebagai kesayanga-Nya" (QS An-Nisa: 125)
"Dan Allah berbicara kepada musa dengan beberapa kalimat" (QS An-Nisa: 164)
"Hai yahya ambillah al-kitab (Taurat) itu dengan beberapa kalimat."(QS maryam: 12)
dengan sigap anak-anak sinenek tadi turun dari kudanya masing-masing,Abdullah sangat terperajat menyaksikan ketika mereka menyibak kain penutup debu padang pasir yang dibelitkan kewajah mereka, anak-anak nenek tersebut ternyata laki-laki yang gagah perkasa lagi tampan-tampan, mungkin usia mereka tidaklah jau dari usia Abdullah, mereka saling menyampaikan salam dan perkenalan, anak-anak nenek tersebut tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Abdullah, lalu nenek itu berkata " maka suruhlah seseorang diantara kamu pergi kekota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah mereka melihat manakah makanan yang lebih baik." (QS Al-Kahfi: 19)
Setelah mendapatkan makanan, nenek mempersilahkan makan sambil mengutip kalimat dalam Al-Quran. Abdullah ingat dulu nenek menolak makanan yang diberikannya, "Tolong jelaskanlah asal makanan ini agar aku mantap memakannya", Pinta Abdullah. seseorang diantara anak nenek tersebut berkata "InsyaAllah makanan ini hallal bagimu, karena ibuku berani menyantapnya, dalam hal ini indranya lebih tajam dari siapapun mata hatinya lebih awas dari apapun, karena ia sudah 40 tahun ini hanya berbicara dalam bahasa Al-Quran, tidak dengan bahasa lainya, Ia adalah Al-Quran berjalan, Ia takut jika bercakap selain dengan bahasa al-quran tak membawa manfaat dan dapat memerosokan pada kesia-siaan dan murka Allah.
Abdullah pun gemetar. demikianlah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
TAMAT
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Agustus 2008
Sabtu, 28 Juni 2008
AL-QURAN BERJALAN
Seorang pejuang muslim yang berasal dari KHUROSAN, Dia bernama ABDULLAH BIN MUBAROK, Dengan kegiatan sehari-hari menjadi pedagang keliling, ia berniaga dari satu kota kekota lainya tak mengherankan jika ia sejak muda sudah berpengalaman, didukung otaknya yang cerdas menyebabkan ia juga dikenal sebagai pengumpul Hadist Rasulullah SAW, Ahli Fiqkih, dan ahli Ilmu Sastra Arab, Beliau Gugur sebagai Syuhada dalam pertempuran KRYKIS (umat islam bertempur melawan imperium romawi pada th 181 H (797 M) ).
Namun perjalanan hidupnya banyak dikenang orang, salah satunya adalah.
Dikisahkan bahwa Abdullah bin mubarok ini sedang dalam perjalanan pulang kekampung halamanya setelah menunaikan ibadah Haji di Baitullah, kebetulan ia seorng diri dengan mengendari ontanya, menjelang masuk gurun ia bertemu dengan seorang nenek tua yg pakaian dan kerudungnya terbuat dari wol, Tanpa ragu Abdullah bin mubarok memberanikan diri untuk menyapa.
Abdullah : Asalamuallaikumwaroh matullahi wabarokatuh...?
Nenek : Salam sebagai ucapan dari tuhan yang maha penyayang ( Qs. Yasin : 58 )
Abdullah : semoga Allah merahmati apa yang nenek lakukan disini..?
Nenek : " Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tak ada petunjuk baginya (Qs. Al-A'raf : 186 )
mendengar jawaban seperti itu Abdullah menyimpulkan bahwa nenek ini sedang tersesat.
Abdullah : Sebenarnya nenek hendak kemana..?
Nenek : Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya pada suatu malam dari masjidil Haram ke
Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan sebagian tanda-tanda
kebesaran kami. sesungguhnya Dia adalah maha mengetahui. (Qs. Al-Israa : 1)
Abdullah bergumam mungkin nenek ini habis menunaikan ibadah haji dan akan kembali ke baitul maqdis .
Abdullah : sudah berapa lama nenek berada di tempat ini...?
Nenek : Selama 3 malam padahal kamu sehat (Qs. Maryam : 10)
Abdullah : Tetapi aku lihat nenek tidak membawa bekal makanan, bagaimana nenek makan..?
Nenek : Dia (Allah) yang memberikan makan dan minum kepadaku. (Qs. Asy-syura: 79)
Abdullah : Dengan apa nenek berwudu ditempat seperti ini..?
Nenek : Jika kamu tidak mendapatkan air bertayamumlah dengan debu suci (Qs. an-nisa: 43)
Abdullah kemudian menawarkan makan kepada nenek ini " nenek aku membawa bekal makanan, jika berkenan silahkan nenek bersantap dulu.
Nenek : Kemudian sempurnakanlah puasamu itu sampai malam. (Qs. Al-baqarah: 183)
Abdullah : (sambil mengerutkan dahi) Bukankah sekarang belum bulan puasa..?
Nenek : Barang siapa mengerjakan kebajikan dengan senang hati, maka sesungguhnya Allah maha mensy
ukuri kebaikan lagi maha mengetahui (Qs. Al-baqarah: 158)
Abdullah : setengah mendebat " bukankah Allah memperbolehkan kita berbuka puasa jika kita dalam perjalana
jauh...?
Nenek : Dan hendaklah kamu berpuasa karena itu baik bagimu jika kamu mengetahuinya.
(Qs. Al-baqarah: 185)
Abdullah : Nek kenapa nenek tak mau bercakap-cakap seperti aku kepada nenek.
Nenek : Tiada suatu ucapan pun melainkan didekatnya ada Malaikat pengawas yang selalu hadir (Qs. Qaaf:18)
Abdullah : Nek mungkin sedikit lancang..nenek ini sebenarnya kaum apa..?
Nenek : (dengan nada 1/2 menegur) dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya hal tersebut, sesungguhnya pendengaran,pengelihatan, dan hati akan
dimintai pertanggungan jawabannya. (Qs. Yusuf: 37)
Abdullah kontan saja rikuh dan sangat malu " aku telah salah menilai nenek, semoga nenek dapat memaafkan aku"
Nenek : Hari ini tak ada cercaan terhadap kamu semoga Allah mengampuni mu (Qs. yusuf: 92)
Abdullah : kalo tak keberatan aku bersedia mengantar nenek ketempat rombongan nenek.
Nenek : menjawab ' apa- apa yang kamu perbuat dari kebaikan sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(Qs. Al-baqarah: 197)
Setelah mendapatkan jawaban seperti itu Abdullah pun menundukkan Untanya, tanpa disengaja Abdullah melihat betis nenek karena tersingkap ditiup angin, Nenek itu menegurnya dengan mengutip surat An-nur ayat 30 : "Katakanlah kepada orang-orang mukmin agar mereka menundukkan kepalanya."
Abdullah pun sangat malu dan langsung menundukan kepalanya kebawah, sambil berkata " silahkan naik!".
BERSAMBUNG.....................................
Namun perjalanan hidupnya banyak dikenang orang, salah satunya adalah.
Dikisahkan bahwa Abdullah bin mubarok ini sedang dalam perjalanan pulang kekampung halamanya setelah menunaikan ibadah Haji di Baitullah, kebetulan ia seorng diri dengan mengendari ontanya, menjelang masuk gurun ia bertemu dengan seorang nenek tua yg pakaian dan kerudungnya terbuat dari wol, Tanpa ragu Abdullah bin mubarok memberanikan diri untuk menyapa.
Abdullah : Asalamuallaikumwaroh matullahi wabarokatuh...?
Nenek : Salam sebagai ucapan dari tuhan yang maha penyayang ( Qs. Yasin : 58 )
Abdullah : semoga Allah merahmati apa yang nenek lakukan disini..?
Nenek : " Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tak ada petunjuk baginya (Qs. Al-A'raf : 186 )
mendengar jawaban seperti itu Abdullah menyimpulkan bahwa nenek ini sedang tersesat.
Abdullah : Sebenarnya nenek hendak kemana..?
Nenek : Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya pada suatu malam dari masjidil Haram ke
Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan sebagian tanda-tanda
kebesaran kami. sesungguhnya Dia adalah maha mengetahui. (Qs. Al-Israa : 1)
Abdullah bergumam mungkin nenek ini habis menunaikan ibadah haji dan akan kembali ke baitul maqdis .
Abdullah : sudah berapa lama nenek berada di tempat ini...?
Nenek : Selama 3 malam padahal kamu sehat (Qs. Maryam : 10)
Abdullah : Tetapi aku lihat nenek tidak membawa bekal makanan, bagaimana nenek makan..?
Nenek : Dia (Allah) yang memberikan makan dan minum kepadaku. (Qs. Asy-syura: 79)
Abdullah : Dengan apa nenek berwudu ditempat seperti ini..?
Nenek : Jika kamu tidak mendapatkan air bertayamumlah dengan debu suci (Qs. an-nisa: 43)
Abdullah kemudian menawarkan makan kepada nenek ini " nenek aku membawa bekal makanan, jika berkenan silahkan nenek bersantap dulu.
Nenek : Kemudian sempurnakanlah puasamu itu sampai malam. (Qs. Al-baqarah: 183)
Abdullah : (sambil mengerutkan dahi) Bukankah sekarang belum bulan puasa..?
Nenek : Barang siapa mengerjakan kebajikan dengan senang hati, maka sesungguhnya Allah maha mensy
ukuri kebaikan lagi maha mengetahui (Qs. Al-baqarah: 158)
Abdullah : setengah mendebat " bukankah Allah memperbolehkan kita berbuka puasa jika kita dalam perjalana
jauh...?
Nenek : Dan hendaklah kamu berpuasa karena itu baik bagimu jika kamu mengetahuinya.
(Qs. Al-baqarah: 185)
Abdullah : Nek kenapa nenek tak mau bercakap-cakap seperti aku kepada nenek.
Nenek : Tiada suatu ucapan pun melainkan didekatnya ada Malaikat pengawas yang selalu hadir (Qs. Qaaf:18)
Abdullah : Nek mungkin sedikit lancang..nenek ini sebenarnya kaum apa..?
Nenek : (dengan nada 1/2 menegur) dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya hal tersebut, sesungguhnya pendengaran,pengelihatan, dan hati akan
dimintai pertanggungan jawabannya. (Qs. Yusuf: 37)
Abdullah kontan saja rikuh dan sangat malu " aku telah salah menilai nenek, semoga nenek dapat memaafkan aku"
Nenek : Hari ini tak ada cercaan terhadap kamu semoga Allah mengampuni mu (Qs. yusuf: 92)
Abdullah : kalo tak keberatan aku bersedia mengantar nenek ketempat rombongan nenek.
Nenek : menjawab ' apa- apa yang kamu perbuat dari kebaikan sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(Qs. Al-baqarah: 197)
Setelah mendapatkan jawaban seperti itu Abdullah pun menundukkan Untanya, tanpa disengaja Abdullah melihat betis nenek karena tersingkap ditiup angin, Nenek itu menegurnya dengan mengutip surat An-nur ayat 30 : "Katakanlah kepada orang-orang mukmin agar mereka menundukkan kepalanya."
Abdullah pun sangat malu dan langsung menundukan kepalanya kebawah, sambil berkata " silahkan naik!".
BERSAMBUNG.....................................
Label:
KISAH
Langganan:
Postingan (Atom)
